Kalkulator Sewa vs Beli
Kalkulator sewa vs beli gratis. Bandingkan total biaya dari waktu ke waktu, termasuk apresiasi, pajak, pemeliharaan, dan biaya peluang pembayaran awal.
Detail Pembelian Rumah
Rp
%
%
thn
%
Rp
/thn
%/thn
Rp
/bln
Detail Sewa
Rp
%
Rp
/thn
%
%/thn
thn
Rp 264.000.240
Membeli membangun Rp 657.450.183 ekuitas vs Rp 393.449.943 diinvestasikan
Rp 7.697.774
Hipotek (Pokok+Bunga)Rp 5.322.686
Pajak PropertiRp 916.713
AsuransiRp 625.000
PemeliharaanRp 833.375
Rp 10.083.333
SewaRp 10.000.000
Asuransi PenyewaRp 83.333
Penghematan BulananRp 0
Rp 200.010.000
Rp 1.343.983.575
Tahun 1
Rp 525.215.722
Perbandingan Tahun ke Tahun
| Tahun | Nilai Rumah | Ekuitas | Diinvestasikan (Sewa) | Opsi Lebih Baik |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Rp 1.030.051.500 | Rp 238.138.385 | Rp 214.010.700 | Beli |
| 2 | Rp 1.060.953.045 | Rp 277.754.308 | Rp 228.991.449 | Beli |
| 3 | Rp 1.092.781.636 | Rp 318.927.241 | Rp 245.020.850 | Beli |
| 4 | Rp 1.125.565.085 | Rp 361.730.534 | Rp 262.172.310 | Beli |
| 5 | Rp 1.159.332.038 | Rp 406.241.667 | Rp 280.524.372 | Beli |
| 6 | Rp 1.194.111.999 | Rp 452.542.505 | Rp 300.161.078 | Beli |
| 7 | Rp 1.229.935.359 | Rp 500.719.588 | Rp 321.172.353 | Beli |
| 8 | Rp 1.266.833.420 | Rp 550.864.423 | Rp 343.654.418 | Beli |
| 9 | Rp 1.304.838.422 | Rp 603.073.810 | Rp 367.710.227 | Beli |
| 10 | Rp 1.343.983.575 | Rp 657.450.183 | Rp 393.449.943 | Beli |
Pertimbangan Penting
Tidak termasuk: Biaya penutupan (~2-5% beli), biaya penjualan (~6-10%), manfaat pajak, biaya peluang.
Keuntungan membeli: Tabungan paksa, lindung nilai inflasi, stabilitas, potensi pengurangan pajak.
Keuntungan menyewa: Fleksibilitas, tanpa pemeliharaan, biaya awal lebih rendah, lebih mudah pindah.
🔒 Kalkulator cepat dan gratis di browser Anda. Tanpa unggahan, 100% privat.
Terakhir diperbarui: Januari 2026
Kalkulator Terkait
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan lebih baik menyewa daripada membeli rumah?
Keputusan tergantung berapa lama Anda akan tinggal. Umumnya, membeli masuk akal jika Anda tinggal lebih dari 5 tahun—ini memberi waktu untuk menutup biaya transaksi dan membangun ekuitas. Menyewa lebih baik untuk tinggal singkat, pekerjaan tidak stabil, atau saat harga sangat tinggi dibanding sewa. Gunakan rasio harga-sewa: bagi harga rumah dengan sewa tahunan. Di bawah 15 lebih baik beli, di atas 20 lebih baik sewa.
Apa itu aturan 5 tahun dalam properti?
Aturan 5 tahun menyarankan untuk tinggal minimal 5 tahun jika membeli. Ini memperhitungkan biaya pembelian (di Indonesia: BPHTB 5%, AJB notaris 1%, biaya KPR, total ~7-10%), biaya penjualan (PPh 2,5% jika di atas NJOP, komisi agen), dan waktu untuk apresiasi menutup biaya ini. Titik impas biasanya 4-7 tahun tergantung pasar. Jika mungkin pindah lebih cepat, menyewa sering lebih hemat.
Bagaimana kenaikan harga rumah mempengaruhi keputusan sewa vs beli?
Kenaikan harga sangat mempengaruhi perhitungan. Dengan kenaikan 5%/tahun, rumah Rp500 juta naik ~Rp100 juta dalam 4 tahun. Tapi jangan asumsikan kenaikan tinggi—rata-rata di Indonesia 4-7% per tahun. Jakarta dan Bali pernah mencapai 10%+, tapi ada juga koreksi. Bandingkan dengan pengembalian deposito atau reksadana (historis 6-10%/tahun). DP lebih besar = biaya peluang lebih tinggi.
Biaya tersembunyi apa yang harus dipertimbangkan saat memiliki rumah?
Selain cicilan bulanan, anggarkan: PBB (0,1-0,3% NJOP), IPL untuk apartemen (Rp10,000-25,000/m²/bulan), pemeliharaan dan perbaikan (1-2% nilai per tahun), asuransi (Rp1-3 juta/tahun), dan penggantian besar (AC: Rp5 juta+, atap: Rp20 juta+). Biaya-biaya ini bisa menambah 25-40% dari cicilan dasar.
Bagaimana menghitung titik impas untuk membeli?
Titik impas adalah saat total biaya membeli sama dengan menyewa. Hitung: (Biaya beli + biaya jual) ÷ (Sewa bulanan - biaya kepemilikan bulanan - pembangunan ekuitas bulanan). Contoh: membeli Rp8 juta/bulan, sewa Rp5 juta/bulan, membangun ekuitas Rp3 juta/bulan, biaya transaksi Rp75 juta: Rp75 juta ÷ Rp3 juta = ~25 bulan atau 2 tahun. Kenaikan harga memperpendek waktu; penurunan memperpanjang.