Kalkulator Hipotek

Hitung pembayaran hipotek bulanan, total bunga, dan lihat jadwal amortisasi. Kalkulator gratis dengan opsi uang muka dan asuransi.

Detail Pinjaman

Rp
%

Rp 200.000.000

Rp 800.000.000

%

Biaya Tambahan (Opsional)

Rp
Rp
Rp
Rp

Pembayaran Bulanan

Pokok dan Bunga

Rp 5.056.544

Pajak Properti

Rp 833.333

Asuransi

Rp 333.333

Total Pembayaran Bulanan

Rp 6.223.211

Ringkasan Pinjaman

Total Pembayaran

Rp 1.820.355.908

Total Bunga

Rp 1.020.355.908

Tanggal Pelunasan

1/17/2056

Jadwal Amortisasi

TahunPokokBungaSaldo
1Rp 8.941.804Rp 51.736.727Rp 791.058.196
2Rp 9.540.653Rp 51.137.877Rp 781.517.543
3Rp 10.179.608Rp 50.498.922Rp 771.337.935
4Rp 10.861.355Rp 49.817.175Rp 760.476.580
5Rp 11.588.760Rp 49.089.770Rp 748.887.820

Tips Hipotek

Uang muka 20% menghilangkan asuransi dan dapat menghemat ribuan dolar selama masa pinjaman.

🔒 Kalkulator cepat dan gratis di browser Anda. Tanpa unggahan, 100% privat.

Terakhir diperbarui: Januari 2026

Kalkulator Terkait

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana cicilan KPR bulanan saya dihitung?
Cicilan bulanan dihitung menggunakan rumus: M = P × [r(1+r)^n] / [(1+r)^n – 1], di mana P adalah pokok pinjaman, r adalah suku bunga bulanan (suku bunga tahunan dibagi 12), dan n adalah total jumlah pembayaran. Contoh: pinjaman Rp300 juta dengan bunga 6% selama 30 tahun: bunga bulanan = 0,005, pembayaran = 360. Cicilan pokok dan bunga bulanan sekitar Rp1,8 juta. Tambahkan pajak properti, asuransi, dan PMI untuk total cicilan bulanan.
Apa itu PMI dan kapan saya bisa berhenti membayarnya?
Asuransi Hipotek Swasta (PMI) diperlukan ketika uang muka kurang dari 20% harga beli. PMI melindungi pemberi pinjaman jika Anda gagal bayar. Biasanya Anda dapat meminta penghapusan PMI ketika saldo pinjaman mencapai 80% dari nilai rumah awal, dan pemberi pinjaman harus otomatis membatalkannya di 78%. Anda juga dapat menghilangkan PMI lebih awal dengan mendapatkan penilaian baru jika rumah Anda sudah naik nilai signifikan.
Seberapa besar suku bunga mempengaruhi total biaya KPR?
Perbedaan suku bunga memiliki dampak besar pada total biaya. Pada KPR Rp300 juta selama 30 tahun: di 5% Anda membayar total bunga Rp280 juta; di 6% membayar Rp348 juta; di 7% membayar Rp419 juta. Selisih antara 5% dan 7% adalah Rp139 juta. Bahkan pengurangan 0,25% bisa menghemat lebih dari Rp15 juta selama masa pinjaman. Inilah mengapa mencari suku bunga terbaik dan memperbaiki skor kredit sebelum mengajukan sangat berharga.
Haruskah saya memilih KPR 15 tahun atau 30 tahun?
KPR 15 tahun memiliki cicilan bulanan lebih tinggi tetapi suku bunga lebih rendah (biasanya 0,5-0,75% lebih rendah) dan menghemat bunga substansial. Untuk pinjaman Rp300 juta: 30 tahun di 6,5% = Rp1,9 juta/bulan, total bunga Rp383 juta; 15 tahun di 5,75% = Rp2,5 juta/bulan, total bunga Rp148 juta. Anda menghemat Rp235 juta dengan tenor 15 tahun. Pilih 15 tahun jika mampu membayar cicilan lebih tinggi dengan nyaman; pilih 30 tahun untuk fleksibilitas lebih dan investasikan selisihnya.
Biaya tambahan apa yang harus saya masukkan dalam anggaran KPR?
Selain pokok dan bunga, anggarkan untuk: Pajak properti (biasanya 1-2% nilai rumah per tahun), asuransi rumah (Rp10-30 juta+ per tahun tergantung lokasi), PMI jika uang muka di bawah 20% (0,5-1% pinjaman per tahun), biaya pengelolaan jika ada (Rp2-5 juta+ per bulan), dan perawatan/perbaikan (anggarkan 1-2% nilai rumah per tahun). Rumah dengan cicilan P&I Rp1,8 juta mungkin sebenarnya menghabiskan Rp2,5-3 juta per bulan dengan semua biaya.