Kalkulator Lantai

Kalkulator lantai gratis. Hitung m² lantai, kotak yang diperlukan, dan total biaya untuk beberapa ruangan.

ft
ft
ft
ft
%
ft²
Rp

🔒 Kalkulator cepat dan gratis di browser Anda. Tanpa unggahan, 100% privat.

Terakhir diperbarui: Januari 2026

Kalkulator Terkait

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana cara menghitung berapa banyak lantai yang saya butuhkan?
Kalikan panjang × lebar untuk setiap ruangan untuk mendapatkan meter persegi, lalu jumlahkan semua ruangan. Misalnya, kamar tidur 4×5 m (20 m²) ditambah kantor 3×4 m (12 m²) = total 32 m². Selalu tambahkan 10-15% untuk limbah karena pemotongan, kesalahan, dan pencocokan pola. Jadi 32 m² × 1,10 = 35,2 m² untuk dipesan. Untuk ruangan tidak beraturan, bagi menjadi persegi panjang, hitung masing-masing dan jumlahkan.
Berapa limbah yang harus saya tambahkan untuk jenis lantai yang berbeda?
Limbah bervariasi menurut jenis lantai dan pola pemasangan. Rekomendasi standar: pemasangan lurus/paralel membutuhkan 5-10% ekstra, pemasangan diagonal membutuhkan 15-20% ekstra, pola herringbone atau chevron membutuhkan 20-25% ekstra. Ubin dan batu dengan bentuk tidak beraturan membutuhkan 10-15%. Selalu bulatkan ke kotak penuh berikutnya. Untuk tata letak kompleks dengan banyak sudut, jendela ceruk, atau dinding miring, tambahkan 5% ekstra.
Bagaimana cara menghitung lantai untuk ruangan berbentuk L atau tidak beraturan?
Bagi ruangan menjadi persegi panjang. Untuk ruangan berbentuk L, gambar garis imajiner untuk membuat dua persegi panjang—hitung setiap area secara terpisah dan jumlahkan. Untuk ruangan dengan ceruk, lemari, atau jendela ceruk, ukur persegi panjang utama terlebih dahulu, lalu tambahkan atau kurangi area tidak beraturan. Tips: sketsa ruangan di kertas grafik dengan ukuran, bagi menjadi bentuk sederhana, dan beri label setiap perhitungan untuk menghindari kesalahan.
Berapa biaya lantai biasanya per meter persegi?
Biaya lantai sangat bervariasi menurut material. Opsi hemat: vinyl plank (Rp150.000-400.000/m²), laminat (Rp200.000-500.000/m²). Menengah: kayu rekayasa (Rp400.000-1.000.000/m²), keramik (Rp300.000-750.000/m²). Premium: kayu solid (Rp750.000-1.750.000/m²), batu alam (Rp1.000.000-2.500.000/m²). Pemasangan menambah Rp150.000-500.000/m² untuk sebagian besar material. Total biaya = (material + pemasangan) × m² dengan limbah.
Apakah saya butuh alas dan jenis apa yang harus digunakan?
Sebagian besar lantai mengambang (laminat, vinyl plank, kayu rekayasa) memerlukan alas untuk perlindungan kelembaban, pengurangan suara, dan kenyamanan. Alas foam standar (Rp25.000-50.000/m²) berfungsi untuk sebagian besar situasi. Alas gabus (Rp50.000-150.000/m²) memberikan insulasi suara lebih baik—ideal untuk apartemen atau lantai atas. Untuk subfloor beton atau basement, gunakan alas dengan penghalang kelembaban dengan film plastik. Kayu paku dan vinyl lem biasanya tidak memerlukan alas.