Kalkulator Biaya per Unit

Kalkulator biaya per unit gratis. Hitung biaya unit dengan rincian biaya tetap dan variabel. Termasuk analisis impas dan ekonomi skala.

Rp
Rp 250.000,00

Rp 250.000.000,00 ÷ 1,000 unit

Biaya per Unit pada Volume Berbeda (Total: Rp 250.000.000,00)

500 unit

Rp 500.000,00

1,000 unit

Rp 250.000,00

2,000 unit

Rp 125.000,00

5,000 unit

Rp 50.000,00

10,000 unit

Rp 25.000,00

Rumus Biaya

Biaya per Unit: Total Biaya / Unit yang Diproduksi

Total Biaya: Biaya Tetap + (Biaya Variabel × Unit)

Unit Titik Impas: Biaya Tetap / (Harga - Biaya Variabel)

Margin Kontribusi: Harga Jual - Biaya Variabel per Unit

🔒 Kalkulator cepat dan gratis di browser Anda. Tanpa unggahan, 100% privat.

Terakhir diperbarui: Januari 2026

Kalkulator Terkait

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana cara menghitung biaya per unit?
Biaya per unit dihitung dengan membagi total biaya dengan jumlah unit yang diproduksi: Biaya per Unit = Total Biaya ÷ Unit yang Diproduksi. Misalnya, jika Anda menghabiskan Rp10.000.000 untuk memproduksi 500 item, biaya per unit Anda adalah Rp10.000.000 ÷ 500 = Rp20.000 per unit. Ketika menghitung biaya tetap dan variabel, rumusnya menjadi: Biaya per Unit = (Biaya Tetap + Biaya Variabel) ÷ Unit. Metrik ini penting untuk keputusan penetapan harga, analisis profitabilitas, dan memahami bagaimana volume produksi mempengaruhi biaya Anda.
Apa perbedaan antara biaya tetap dan biaya variabel?
Biaya tetap tetap konstan terlepas dari volume produksi—contohnya sewa, asuransi, gaji, dan sewa peralatan. Biaya ini tetap Rp10.000.000 baik Anda memproduksi 100 atau 10.000 unit. Biaya variabel berubah secara proporsional dengan volume produksi—contohnya bahan baku, tenaga kerja langsung per item, pengemasan, dan pengiriman. Jika bahan baku biayanya Rp5.000 per unit, memproduksi 100 unit membutuhkan Rp500.000 untuk bahan, sementara 1.000 unit membutuhkan Rp5.000.000. Memahami perbedaan ini penting karena biaya tetap per unit menurun seiring peningkatan volume (ekonomi skala), sementara biaya variabel per unit tetap konstan.
Bagaimana cara menghitung titik impas?
Titik impas adalah saat total pendapatan sama dengan total biaya—tidak untung tidak rugi. Hitunglah menggunakan: Unit Titik Impas = Biaya Tetap ÷ (Harga Jual - Biaya Variabel per Unit). Penyebutnya disebut margin kontribusi. Misalnya, jika biaya tetap Rp50.000.000, harga jual Rp25.000, dan biaya variabel Rp15.000, maka titik impas = Rp50.000.000 ÷ (Rp25.000 - Rp15.000) = 5.000 unit. Anda juga dapat menghitung pendapatan titik impas: Pendapatan Titik Impas = Biaya Tetap ÷ Rasio Margin Kontribusi, di mana rasio = (Harga - Biaya Variabel) ÷ Harga.
Apa itu ekonomi skala dan mengapa penting?
Ekonomi skala terjadi ketika biaya per unit menurun seiring meningkatnya volume produksi. Ini terjadi terutama karena biaya tetap tersebar ke lebih banyak unit. Jika biaya tetap Anda Rp10.000.000 dan Anda memproduksi 1.000 unit, biaya tetap per unit adalah Rp10.000. Produksi 10.000 unit, dan turun menjadi Rp1.000 per unit. Biaya variabel biasanya tetap konstan per unit. Memahami ekonomi skala membantu dalam strategi penetapan harga (volume lebih tinggi memungkinkan harga lebih rendah), keputusan investasi (kapan memperluas kapasitas), dan positioning kompetitif (produsen besar sering dapat menawarkan harga lebih rendah).
Apa itu margin kontribusi dan mengapa penting?
Margin kontribusi adalah jumlah yang dikontribusikan setiap unit yang terjual untuk menutupi biaya tetap dan menghasilkan laba: Margin Kontribusi = Harga Jual - Biaya Variabel per Unit. Jika Anda menjual produk seharga Rp50.000 dengan biaya variabel Rp30.000, margin kontribusinya adalah Rp20.000. Ini berarti setiap penjualan memberikan Rp20.000 untuk biaya tetap. Setelah Anda menjual cukup unit untuk menutupi biaya tetap (titik impas), setiap penjualan tambahan berkontribusi Rp20.000 langsung ke laba. Rasio margin kontribusi (Margin Kontribusi ÷ Harga) menunjukkan berapa persen dari setiap rupiah penjualan yang berkontribusi untuk menutupi biaya tetap.