Kalkulator Biaya EV vs Bensin
Bandingkan total biaya kepemilikan kendaraan listrik vs mobil bensin termasuk harga beli, bahan bakar, perawatan, dan asuransi dari waktu ke waktu.
km/yr
tahun
Kendaraan Listrik
Rp
Rp
Rp
Rp
/kWh
km/kWh
Rp
/thn
Rp
/thn
Kendaraan Bensin
Rp
Rp
/L
L/100km
Rp
/thn
Rp
/thn
🔒 Kalkulator cepat dan gratis di browser Anda. Tanpa unggahan, 100% privat.
Terakhir diperbarui: Januari 2026
Kalkulator Terkait
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Biaya apa yang harus dibandingkan antara EV dan mobil bensin?
Bandingkan total biaya kepemilikan (TCO): Harga beli (setelah insentif/diskon). Biaya bahan bakar (listrik vs bensin per km). Perawatan (EV: ~Rp150/km vs bensin: ~Rp300/km). Asuransi (biasanya serupa, kadang lebih tinggi untuk EV). Depresiasi (EV membaik tapi historis lebih cepat). Pajak kendaraan (bebas untuk EV). Instalasi charger (Rp5-15 juta untuk charger rumah). Penggantian baterai (jarang, tapi Rp100-250 juta jika diperlukan).
Apakah EV benar-benar lebih murah operasionalnya dari mobil bensin?
Umumnya ya. Penghematan bahan bakar: Listrik sekitar Rp200-400/km vs bensin Rp800-1.200/km. Penghematan perawatan: Tidak perlu ganti oli, rem lebih awet (regenerative braking), tidak ada servis transmisi. Contoh: 15.000 km/tahun menghemat ~Rp8-12 juta bahan bakar plus ~Rp2-4 juta perawatan per tahun. Namun, asuransi lebih tinggi dan biaya charger mengimbangi sebagian penghematan. Dalam 5+ tahun, EV biasanya menghemat total Rp50-120 juta.
Insentif pemerintah apa yang tersedia untuk EV di Indonesia?
Indonesia: Bebas PPN (0% vs 11% untuk mobil biasa). Bebas BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor). Bebas PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) progresif. Diskon PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah). Insentif tambahan dari beberapa daerah seperti Jakarta. Manfaat lain: Bebas ganjil-genap di Jakarta. Parkir gratis/diskon di beberapa lokasi. Subsidi listrik PLN untuk charging. Periksa kebijakan terbaru di situs Kemenkeu dan dealer EV.
Berapa lama baterai EV bertahan dan berapa biaya penggantinya?
Baterai EV modern biasanya bertahan 10-20 tahun atau 300.000+ km sebelum degradasi signifikan. Kebanyakan EV mempertahankan 70-80% kapasitas setelah 300.000 km. Garansi: Kebanyakan produsen menawarkan minimal 8 tahun/160.000 km. Biaya baterai terus turun: Saat ini Rp100-250 juta untuk penggantian, dibanding Rp500+ juta satu dekade lalu. Banyak EV akan bertahan dengan pemilik pertama tanpa perlu penggantian baterai.
Kapan EV mencapai titik impas dibanding mobil bensin?
Titik impas biasanya terjadi dalam 3-7 tahun tergantung: Selisih harga beli (selisih lebih kecil = impas lebih cepat). Kilometer tahunan (lebih banyak berkendara = hemat lebih cepat). Harga bensin dan listrik lokal. Insentif yang tersedia (insentif mempercepat impas secara dramatis). Pengemudi jarak jauh (20.000+ km/tahun) mencapai impas lebih cepat. Dengan insentif maksimal, banyak EV impas dalam 2-4 tahun. Setelah impas, EV menghemat Rp10-25+ juta per tahun.