Kalkulator Depresiasi

Kalkulator depresiasi gratis. Hitung depresiasi aset dengan metode garis lurus, saldo menurun ganda, jumlah digit tahun, dan unit produksi.

Rp
Rp
tahun
Rp 45.000.000,00

tahun 1

Rp 225.000.000,00

Biaya - Sisa

Rp 45.000.000,00

hingga tahun 1

Rp 205.000.000,00

akhir tahun 1

Jadwal Depresiasi

tahunDepresiasi TahunanAkumulasiNilai Buku
Mulai-Rp 0,00Rp 250.000.000,00
1Rp 45.000.000,00Rp 45.000.000,00Rp 205.000.000,00
2Rp 45.000.000,00Rp 90.000.000,00Rp 160.000.000,00
3Rp 45.000.000,00Rp 135.000.000,00Rp 115.000.000,00
4Rp 45.000.000,00Rp 180.000.000,00Rp 70.000.000,00
5Rp 45.000.000,00Rp 225.000.000,00Rp 25.000.000,00

Rumus Metode

Garis Lurus: (Biaya - Sisa) / Masa Manfaat = Rp 45.000.000,00/tahun
Saldo Menurun Ganda: Nilai Buku × (2 / Masa) = 40.00% tarif
Jumlah Tahun: (Biaya - Sisa) × (Tahun Tersisa / SYD) di mana SYD = 15
Unit Produksi: (Biaya - Sisa) / Total Unit × Unit Diproduksi

Referensi Depresiasi Pajak MACRS

Untuk tujuan pajak AS, sebagian besar bisnis menggunakan MACRS (Sistem Pemulihan Biaya Dipercepat yang Dimodifikasi).

Kelas PropertiContohTarif Tahun 1
3 tahunTraktor, perkakas33.33%
5 tahunKendaraan, komputer, peralatan kantor20%
7 tahunFurnitur kantor, mesin14.29%
15 tahunPerbaikan lahan, pagar5%
27,5 tahunProperti sewa hunian3.636%

🔒 Kalkulator cepat dan gratis di browser Anda. Tanpa unggahan, 100% privat.

Terakhir diperbarui: Januari 2026

Kalkulator Terkait

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu depresiasi dan mengapa penting bagi bisnis?
Depresiasi mengalokasikan biaya aset selama masa manfaatnya, mencerminkan keausan. Penting bagi bisnis karena: (1) Mengurangi penghasilan kena pajak, menurunkan kewajiban pajak. (2) Menunjukkan laba sebenarnya dengan mencocokkan beban dengan pendapatan. (3) Membantu merencanakan penggantian aset. Contoh: Mesin Rp500 juta dengan masa 10 tahun menghasilkan Rp50 juta beban depresiasi tahunan, mengurangi penghasilan kena pajak sementara bisnis menyimpan kas.
Apa perbedaan antara depresiasi garis lurus dan dipercepat?
Garis lurus menyebar biaya secara merata: (Rp100 juta - Rp10 juta) / 5 tahun = Rp18 juta/tahun. Metode dipercepat (saldo menurun ganda, jumlah tahun) memuat beban di awal. Saldo menurun ganda: Tahun 1 = Rp100 juta × 40% = Rp40 juta; Tahun 2 = Rp60 juta × 40% = Rp24 juta. Pilih garis lurus untuk kesederhanaan. Gunakan dipercepat untuk memaksimalkan pengurangan pajak awal atau saat aset kehilangan nilai cepat.
Kapan harus menggunakan depresiasi unit produksi?
Unit produksi bekerja paling baik saat keausan aset berhubungan langsung dengan penggunaan, bukan waktu. Rumus: (Biaya - Nilai Sisa) / Total Unit × Unit Digunakan. Contoh: peralatan manufaktur (per jam mesin), kendaraan (per km), peralatan tambang (per ton). Truk pengiriman: (Rp300 juta - Rp50 juta) / 240.000 km = Rp1.040/km. Jika berkendara 50.000 km, depresiasi = Rp52 juta.
Apa perbedaan antara depresiasi akuntansi dan pajak?
Depresiasi akuntansi (PSAK/IFRS) bertujuan pelaporan keuangan akurat—metode wajar apa pun. Depresiasi pajak mengikuti PMK 96/2009 dengan masa tetap: kendaraan 8 tahun, komputer 4 tahun, bangunan permanen 20 tahun. Perusahaan sering memelihara dua catatan. Akuntansi: Rp20 juta/tahun selama 10 tahun; pajak: Rp50 juta/tahun selama 4 tahun untuk aset yang sama.
Bagaimana menentukan nilai sisa aset?
Nilai sisa adalah jumlah yang Anda harapkan dari penjualan aset di akhir masa manfaat. Metode: (1) Riset pasar jual beli aset bekas serupa. (2) Gunakan 5-10% dari biaya awal sebagai pedoman. (3) Untuk tujuan pajak Indonesia, nilai sisa sering diasumsikan nol atau minimal. Contoh: Mobil Rp400 juta mungkin memiliki nilai sisa Rp80 juta (20%) setelah 5 tahun. Peralatan IT sering mendekati nol karena keusangan cepat.