Kalkulator Hasil DeFi

Hitung hasil DeFi dengan bunga majemuk. Perkirakan pengembalian dari pinjaman, pool likuiditas, dan yield farming termasuk impermanent loss.

Detail Investasi

Rp
%

🔒 Kalkulator cepat dan gratis di browser Anda. Tanpa unggahan, 100% privat.

Terakhir diperbarui: Januari 2026

Kalkulator Terkait

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa perbedaan antara APY dan APR di DeFi?
APR (Tingkat Persentase Tahunan) adalah bunga sederhana tanpa penggabungan. APY (Hasil Persentase Tahunan) mencakup bunga majemuk. Contoh: 100% APR digabung harian sama dengan 171,5% APY karena Anda mendapat bunga atas bunga. Rumus: APY = (1 + APR/n)^n - 1, n adalah jumlah periode. Selalu bandingkan APY saat mengevaluasi protokol DeFi—APR lebih rendah dengan penggabungan harian bisa mengalahkan APR lebih tinggi dengan penggabungan kurang sering.
Apa itu Impermanent Loss dan bagaimana menghitungnya?
Impermanent Loss (IL) terjadi saat menyediakan likuiditas ke pool AMM (Automated Market Maker) dan harga token berubah. Kerugian menjadi 'permanen' jika Anda menarik pada rasio harga berbeda. Rumus: IL = 2×√(rasio_harga) ÷ (1 + rasio_harga) - 1. Contoh: jika ETH naik 2x lipat, IL sekitar 5,7%. Jika ETH 4x, IL sekitar 20%. Fee trading bisa mengimbangi IL—jika fee melebihi IL, Anda tetap untung.
Bagaimana cara kerja Yield Farming dan apa risikonya?
Yield Farming adalah menyetor kripto ke protokol DeFi untuk mendapat reward—biasanya token asli protokol plus fee trading. Strategi: (1) Lending di Aave/Compound, (2) Posisi LP di Uniswap/Curve untuk fee + insentif, (3) Staking token governance. Risiko: bug smart contract, rug pull, harga token anjlok, impermanent loss, biaya gas. APY di atas 100% biasanya melibatkan token berisiko tinggi.
Bagaimana menghitung return DeFi nyata termasuk gas fee?
Return Bersih = (Nilai Akhir - Investasi Awal - Biaya Gas - Impermanent Loss) ÷ Investasi Awal × 100. Sertakan semua transaksi: deposit, klaim reward, reinvestasi, penarikan. Di Ethereum mainnet, transaksi DeFi kompleks bisa menelan Rp 500.000-2.000.000+ untuk gas. Untuk investasi kecil (<Rp 75 juta), pertimbangkan solusi L2 (Arbitrum, Optimism) atau chain murah (Polygon) di mana gas hanya ribuan rupiah.
Faktor apa yang perlu dipertimbangkan saat memilih protokol DeFi?
Evaluasi: (1) TVL (Total Value Locked)—TVL tinggi menunjukkan kepercayaan tapi bukan jaminan. (2) Audit smart contract dari Certik, OpenZeppelin, atau Trail of Bits. (3) Usia protokol—protokol lama punya kode lebih teruji. (4) Sumber yield berkelanjutan—apakah reward dari fee trading (berkelanjutan) atau emisi token (bisa menurun)? (5) Periode penguncian token. (6) Opsi asuransi seperti Nexus Mutual untuk posisi besar.