Kalkulator Rasio Utang terhadap Pendapatan
Kalkulator DTI gratis. Hitung rasio utang terhadap pendapatan Anda untuk persetujuan hipotek. Lihat rasio depan dan belakang serta pahami batas kualifikasi.
Rp
/bln
Pembayaran Utang Bulanan
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
🔒 Kalkulator cepat dan gratis di browser Anda. Tanpa unggahan, 100% privat.
Terakhir diperbarui: Januari 2026
Kalkulator Terkait
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu rasio utang terhadap pendapatan dan bagaimana menghitungnya?
Rasio utang terhadap pendapatan (DTI) membandingkan pembayaran utang bulanan dengan pendapatan bulanan. Rumus: DTI = (Pembayaran Utang Bulanan ÷ Pendapatan Bulanan) × 100. Contoh: Pendapatan Rp 15 juta/bulan dengan cicilan Rp 4,5 juta/bulan menghasilkan DTI 30%. Bank menggunakan rasio ini untuk menilai kemampuan Anda menanggung utang tambahan seperti KPR.
Apa perbedaan DTI depan dan belakang?
DTI depan hanya mencakup biaya perumahan: cicilan KPR (pokok dan bunga), PBB, dan asuransi. DTI belakang mencakup semua utang bulanan: perumahan ditambah kredit kendaraan, kartu kredit, pinjaman pribadi. Di Indonesia, bank umumnya mensyaratkan total cicilan tidak melebihi 30-40% dari pendapatan bersih, meskipun kebijakan bisa berbeda antar bank.
Berapa DTI yang dibutuhkan untuk mendapatkan KPR?
Bank di Indonesia biasanya menetapkan batas cicilan maksimal 30-40% dari pendapatan bersih. Program seperti FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) untuk rumah subsidi memiliki ketentuan khusus dengan suku bunga lebih rendah. Faktor lain yang memengaruhi: DP (minimal 10-30%), BI Checking/SLIK, masa kerja (minimal 2 tahun), dan status kepegawaian (tetap lebih disukai).
Bagaimana menurunkan DTI sebelum mengajukan KPR?
Empat strategi efektif: (1) Lunasi utang yang ada, terutama kartu kredit dan pinjaman konsumer. (2) Hindari kredit baru sebelum pengajuan. (3) Tingkatkan pendapatan dengan pekerjaan sampingan yang bisa dibuktikan. (4) Pilih rumah dengan harga lebih rendah untuk mengurangi jumlah pinjaman. Memperbesar DP juga mengurangi cicilan bulanan dan meningkatkan peluang persetujuan.
Jenis pendapatan apa saja yang dihitung dalam DTI?
Bank menerima pendapatan stabil dan terdokumentasi: gaji (slip gaji dan rekening koran), pendapatan usaha (laporan keuangan 2-3 tahun), pendapatan sewa (kontrak sewa), pensiun. Karyawan tetap dengan masa kerja 2+ tahun lebih disukai. Wiraswasta memerlukan NPWP dan SPT tahunan. Pendapatan tidak tetap seperti bonus biasanya dihitung sebagian atau rata-rata.