Kalkulator Arus Kas
Kalkulator arus kas gratis. Hitung arus kas operasional, investasi, dan pembiayaan. Termasuk arus kas bebas dan pembuatan laporan lengkap.
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp 200.000.000
Rp 150.000.000
Rp 125.000.000
Metrik Arus Kas Utama
- AK Operasi: Kas yang dihasilkan dari operasi bisnis inti
- Arus Kas Bebas: AK Operasi dikurangi belanja modal
- Imbal Hasil FCF: Arus Kas Bebas / Kapitalisasi Pasar (untuk perusahaan publik)
- Arus kas operasional positif sangat penting untuk keberlanjutan bisnis
🔒 Kalkulator cepat dan gratis di browser Anda. Tanpa unggahan, 100% privat.
Terakhir diperbarui: Januari 2026
Kalkulator Terkait
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu laporan arus kas dan mengapa penting?
Laporan arus kas menunjukkan bagaimana uang masuk dan keluar dari bisnis selama periode tertentu. Ini adalah salah satu dari tiga laporan keuangan penting (bersama laporan laba rugi dan neraca). Ini mengungkapkan apakah perusahaan dapat membayar tagihan, mendanai operasi, dan berinvestasi untuk pertumbuhan—terlepas dari laba akuntansi. Investor menggunakannya untuk menilai kesehatan keuangan karena arus kas lebih sulit dimanipulasi daripada laba.
Apa perbedaan antara arus kas operasional, investasi, dan pendanaan?
Arus kas operasional berasal dari aktivitas bisnis inti—menjual produk, membayar pemasok, menagih pelanggan. Arus kas investasi melibatkan aset jangka panjang—membeli peralatan, menjual properti, melakukan investasi. Arus kas pendanaan terkait struktur modal—menerbitkan saham, meminjam, membayar dividen, melunasi utang. Bisnis sehat biasanya memiliki AK operasi positif, AK investasi negatif (investasi pertumbuhan), dan AK pendanaan bervariasi.
Apa itu arus kas bebas (FCF) dan bagaimana menghitungnya?
Arus kas bebas adalah uang yang tersedia setelah mempertahankan atau memperluas basis aset. Rumus dasar: FCF = Arus Kas Operasional − Belanja Modal. Contoh: jika perusahaan menghasilkan Rp500 juta arus kas operasional dan menghabiskan Rp150 juta untuk peralatan, FCF adalah Rp350 juta. Uang ini dapat digunakan untuk dividen, pembayaran utang, akuisisi, atau cadangan. FCF adalah metrik kunci untuk menilai perusahaan.
Apa perbedaan antara arus kas dan laba (laba bersih)?
Laba adalah ukuran akuntansi yang mencakup item non-kas seperti penyusutan dan akrual. Arus kas adalah pergerakan uang sebenarnya. Perusahaan bisa untung tetapi kekurangan kas (menunggu piutang), atau rugi tetapi kaya kas (dari penjualan aset). Contoh: laba Rp100 juta + penyusutan Rp50 juta − piutang belum tertagih Rp80 juta = arus kas operasional Rp70 juta. Itulah mengapa kedua metrik penting.
Bagaimana metode tidak langsung menghitung arus kas operasional?
Metode tidak langsung dimulai dari laba bersih dan menyesuaikan untuk item non-kas dan perubahan modal kerja. Tambahkan penyusutan (biaya non-kas). Kurangi kenaikan piutang (kas belum diterima). Kurangi kenaikan persediaan (kas dibelanjakan untuk stok). Tambahkan kenaikan utang usaha (kas belum dibayar). Rumus: AK Operasional = Laba Bersih + Penyusutan − ΔPiutang − ΔPersediaan + ΔUtang. Sebagian besar perusahaan menggunakan metode ini.